Minggu, 28 Maret 2010

Dampak junk food pada anak

Anak yang kurang suka makan nasi dan masakan di rumah, mereka cenderung suka mengemil. Maklum nasi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Ragam camilan saat ini sangat banyak mulai dari snack sampai roti. Apa bila anak suka dengan Junk food berhati-hatilah karena junk food berdampak mengganggu mental anak. Sejak dini orang tua sebaiknya memperhatikan jenis makanan bagi buah hati. Makanan sampah istilah lain dari junk food yang kurang memiliki nilai gizi dapat mempengaruhi anak sehingga memicu perilaku  cenderung nakal, hiperaktif, dan berpengaruh pada sulitnya berkonsentrasi.

Beberapa penelitian dilakukan pada junk food ini, seperti halnya yang dilakukan dilakukan Central Queensland University Australia, mereka menyimpulkan bahwa anak yang sering makan makanan berlemak dan mengandung gula tinggi seperti junk food cenderung mengalami gangguan kesehatan fisik dan psikologis. Penelitian tersebut juga mengungkap hal lain, anak dengan pola makan tidak sehat memiliki kecenderungan  performa yang tidak bagus di sekolah. Mayoritas memiliki hasil tes buruk.

Salah satu tim peneliti, Dr Karena Burke menyatakan bahwa dampak junk food pada anak adalah depresi dan hiperaktif pada anak. Dia berkata, "Ada bukti penting bahwa diet anak mempengaruhi kesehatan mental mereka". Disamping berpengaruh pada kesehatan mental, jenis makanan yang tidak sehat juga memicu obesitas. Hal ini dikarenakan makanan yang ada saat ini mengalami proses pengolahan dengan tambahan bahan makanan kalori tinggi seperti garam, gula dan lemak. "Pada tingkat tertentu, akan membahayakan kehidupan anak," katanya.

Burke juga memberikan tips kepada para orangtua untuk memperbanyak jenis makanan non-olahan seperti buah dan sayur segar untuk hidangan anak-anak. Hal ini juga diimbangi dengan aktivitas fisik yang menyehatkan seperti olahraga. "Kita bisa makan makanan sehat, tapi orang yang tidak berolahraga memiliki faktor risiko karena kurang gerak," ucapnya. "Poin penting adalah orangtua menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Jika orangtua tidak bisa hidup sehat jangan mengharapkan hal sebaliknya terjadi pada anak. "Bagaimana menurut pendapat anda dengan fakta adanya  makanan junk food? Silahkan meninggalkan komentar

3 komentar:

  1. untung aku gak bgtu suka junk food..
    hehehhe

    BalasHapus
  2. Wah bahaya ya?Harus rajin-rajin bikin makanan olahan sendiri nih?

    BalasHapus
  3. wah bahayanya makanan import ini, mendingan makan yang pasti-pasti aja (makanan lokal). Yang import tidak selalu lebih baik bahkan import lebih buruk, bukan?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...